Laporan keuangan sering dianggap rumit oleh pihak yang tidak memiliki latar belakang akuntansi, padahal laporan ini sering kali harus dipresentasikan kepada pengurus, donatur, atau pemangku kepentingan lain yang bukan ahli keuangan. Menyusun laporan yang mudah dipahami menjadi keterampilan penting bagi setiap pengelola keuangan.

Langkah pertama adalah menyederhanakan istilah teknis. Alih-alih langsung menampilkan istilah seperti “akumulasi penyusutan” atau “beban dibayar di muka”, berikan penjelasan singkat atau gunakan istilah yang lebih umum dipahami, tanpa mengorbankan keakuratan informasi yang disampaikan.

Langkah kedua adalah menggunakan visualisasi seperti grafik atau tabel ringkas untuk menampilkan tren, misalnya perbandingan pendapatan dan pengeluaran dari waktu ke waktu. Visualisasi membantu pembaca menangkap gambaran besar dengan cepat, dibandingkan hanya menyajikan deretan angka dalam tabel yang panjang.

Langkah ketiga adalah selalu menyertakan ringkasan eksekutif di bagian awal laporan, yang menjelaskan poin-poin penting dalam beberapa kalimat sebelum masuk ke detail angka. Dengan pendekatan ini, laporan keuangan tidak hanya akurat secara teknis, tetapi juga benar-benar dapat digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif.

Bagikan artikel ini:


Kelola keuangan yayasan pendidikan Anda lebih mudah dengan SIKUAT. Coba demo gratis dan lihat bagaimana SIKUAT membantu laporan keuangan, ISAK 35, dan approval berjalan lebih efisien.