Proyeksi keuangan adalah perkiraan pendapatan dan pengeluaran untuk periode mendatang, yang menjadi dasar perencanaan dan pengambilan keputusan. Bagi yayasan pendidikan, menyusun proyeksi keuangan menjelang tahun ajaran baru sangat penting untuk memastikan operasional berjalan lancar sejak awal, tanpa kejutan kekurangan dana di tengah jalan.
Langkah pertama dalam menyusun proyeksi adalah memperkirakan jumlah penerimaan mahasiswa baru dan tingkat retensi mahasiswa lama, karena keduanya menjadi sumber pendapatan utama dari UKT atau SPP. Data historis dari tahun-tahun sebelumnya bisa menjadi acuan yang lebih realistis dibandingkan sekadar target ambisius tanpa dasar.
Langkah kedua adalah memetakan pengeluaran rutin seperti gaji dosen dan staf, biaya operasional kampus, serta kebutuhan pengembangan fasilitas. Penting untuk memisahkan pengeluaran yang bersifat tetap dan yang bersifat fleksibel, sehingga saat penerimaan tidak sesuai target, ada pos yang bisa disesuaikan tanpa mengganggu layanan inti.
Terakhir, proyeksi keuangan sebaiknya disusun dalam beberapa skenario, misalnya skenario optimis, moderat, dan konservatif, agar pengurus yayasan memiliki gambaran risiko dan dapat menyiapkan rencana cadangan. Proyeksi yang disusun dengan cermat menjelang tahun ajaran baru membantu organisasi menghadapi ketidakpastian dengan lebih siap dan terukur.
Bagikan artikel ini:
Kelola keuangan yayasan pendidikan Anda lebih mudah dengan SIKUAT. Coba demo gratis dan lihat bagaimana SIKUAT membantu laporan keuangan, ISAK 35, dan approval berjalan lebih efisien.