Laporan arus kas adalah laporan yang menunjukkan pergerakan uang masuk dan keluar dalam suatu periode, terpisah dari laporan laba rugi yang berbasis akrual. Bagi yayasan pendidikan, laporan ini penting untuk memastikan kas yang tersedia cukup untuk membayar gaji, operasional, dan kewajiban lain tepat waktu, terlepas dari berapa pun surplus yang tercatat secara akuntansi.

Laporan arus kas umumnya dibagi menjadi tiga aktivitas: aktivitas operasional yang mencakup penerimaan UKT dan pembayaran biaya operasional rutin, aktivitas investasi yang mencakup pembelian atau penjualan aset tetap seperti gedung dan peralatan, serta aktivitas pendanaan yang mencakup penerimaan hibah, pinjaman, atau kontribusi dari yayasan induk.

Cara menyusunnya dimulai dengan mengumpulkan seluruh mutasi kas dan bank selama periode berjalan, lalu mengelompokkan setiap transaksi ke dalam tiga aktivitas tersebut. Metode yang umum digunakan adalah metode tidak langsung, yaitu dimulai dari laba bersih kemudian disesuaikan dengan pos-pos non-kas seperti penyusutan, serta perubahan piutang dan utang.

Menyusun laporan arus kas secara rutin, idealnya setiap bulan, membantu pengurus yayasan mendeteksi lebih awal potensi kekurangan kas sebelum menjadi masalah serius. Laporan ini juga menjadi alat komunikasi yang efektif kepada pengurus dan pemberi dana, karena menunjukkan dengan jelas ke mana saja uang yayasan benar-benar mengalir.

Bagikan artikel ini:


Kelola keuangan yayasan pendidikan Anda lebih mudah dengan SIKUAT. Coba demo gratis dan lihat bagaimana SIKUAT membantu laporan keuangan, ISAK 35, dan approval berjalan lebih efisien.