Dana darurat adalah simpanan kas yang disiapkan khusus untuk menghadapi kondisi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, biaya perbaikan mendadak, atau kebutuhan medis di luar rencana. Bagi individu maupun lembaga seperti yayasan pendidikan, dana darurat berfungsi sebagai bantalan keuangan agar operasional tetap berjalan tanpa harus berutang saat krisis datang.

Idealnya, besar dana darurat untuk individu adalah 3 sampai 6 kali pengeluaran bulanan bagi karyawan dengan penghasilan tetap, dan bisa mencapai 9 hingga 12 kali pengeluaran bulanan bagi pekerja lepas atau pemilik usaha yang penghasilannya tidak stabil. Untuk lembaga atau organisasi, jumlah dana darurat biasanya dihitung berdasarkan estimasi biaya operasional rutin selama beberapa bulan, disesuaikan dengan tingkat risiko dan stabilitas sumber pendanaan.

Cara mengumpulkan dana darurat yang paling efektif adalah dengan menyisihkan sebagian pendapatan secara rutin dan konsisten, bukan menunggu sisa di akhir bulan. Menentukan persentase tetap, misalnya 10 sampai 20 persen dari pendapatan, lalu memindahkannya secara otomatis ke rekening terpisah, membantu proses ini berjalan tanpa harus mengandalkan disiplin harian semata.

Penting juga untuk menyimpan dana darurat di instrumen yang mudah dicairkan namun tetap terpisah dari rekening operasional harian, seperti tabungan khusus atau deposito jangka pendek. Tujuannya agar dana ini tidak tercampur dengan kebutuhan rutin dan benar-benar hanya digunakan saat kondisi darurat yang sesungguhnya terjadi.

Bagikan artikel ini:


Kelola keuangan yayasan pendidikan Anda lebih mudah dengan SIKUAT. Coba demo gratis dan lihat bagaimana SIKUAT membantu laporan keuangan, ISAK 35, dan approval berjalan lebih efisien.