Dalam akuntansi, ada dua metode pencatatan transaksi yang umum dipakai: akuntansi kas (cash basis) dan akuntansi akrual (accrual basis). Memahami perbedaannya penting supaya laporan keuangan bisnis Anda mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Akuntansi kas mencatat transaksi hanya saat uang benar-benar diterima atau dikeluarkan. Metode ini sederhana dan cocok untuk usaha kecil karena mudah dipahami — saldo kas selalu mencerminkan uang yang benar-benar ada.

Akuntansi akrual mencatat transaksi saat terjadi, bukan saat uang berpindah tangan. Penjualan diakui begitu barang/jasa diserahkan, meski pembayaran belum diterima. Metode ini memberi gambaran lebih akurat tentang kinerja bisnis dalam periode tertentu, dan wajib dipakai badan usaha berskala menengah-besar sesuai standar akuntansi.

Pilihan metode bergantung pada skala dan kebutuhan bisnis. Usaha kecil dan UMKM sering memakai basis kas karena praktis, sementara bisnis yang butuh laporan keuangan formal (untuk investor, bank, atau kewajiban pajak korporat) sebaiknya beralih ke akrual agar laporannya lebih representatif.

Bagikan artikel ini:


Kelola keuangan yayasan pendidikan Anda lebih mudah dengan SIKUAT. Coba demo gratis dan lihat bagaimana SIKUAT membantu laporan keuangan, ISAK 35, dan approval berjalan lebih efisien.